ADS

Blackberry Kembali Kiprahkan Semangat

 BlackBerry tetapkan untuk membatalkan niatnya untuk menjual perusahaan, mendapatkan dana investasi sebesar 1 milliar dollar AS dari perusahaan lain, dan salah satu yang terpenting, mengganti pemimpin perusahaan.

Ya, BlackBerry alhasil mengganti Thorsten Heins, CEO yang telah memimpin perusahaan asal Kanada ini selama hampir dua tahun lamanya. BlackBerry pun tetapkan untuk mengganti Heins dengan mantan pemimpin perusahaan Sybase, John Chen.

Mulai November 2013, Chen akan menjabat sebagai CEO sementara dan juga salah satu Chairman BlackBerry. Sambil mencari CEO baru, Chen bakal bertanggung jawab menentukan arah, hubungan, dan tujuan strategis BlackBerry.

Pertanyaan besarnya, siapakah bekerjsama John Chen?

Chen ternyata bukanlah orang absurd di dunia TI Amerika Serikat. Ia merupakan salah seorang direktur senior di Silicon Valley dan masuk ke jajaran petinggi di Fortune 500. Ia juga merupakan salah satu kunci penyelamat Sybase di masa sulitnya.

Chen kecil sempat bersekolah di Northfield Mount Hermon School. Selesai masa sekolah, ia melanjutkan jenjang pendidikannya ke salah satu universitas populer di Amerika Serikat, Brown University dan mendapatkan gelar elektronik pada tahun 1978. Setahun sesudahnya, Chen mendapatkan gelar master dari universitas California Institute of Technology.

Karier Chen di dunia TI sangatlah mengesankan. Awalnya, ibarat dikutip dari The Globe and Mail, Chen bergabung ke sebuah perusahaan berjulukan Unisify sebagai Design Engineer, sebelum alhasil diangkat menjadi Vice President di perusahaan ini juga.

Pada tahun 1991, laki-laki berumur 58 tahun ini tetapkan untuk pindah ke Pyramid Technology. Di perusahaan ini, ia menjabat sebagai Executive Vice President, lalu diangkat menjadi President, Chief Operating Officer, dan Director di perusahaan ini pada tahun 1993.

Di tahun 1995, Chen kembali berpindah perusahaan. Kali ini, Chen menentukan perusahaan TI lainnya, Siemens Nixdorf, sebagai Vice President. Kemudian, ia dipromosikan menjadi President dan CEO Siemens Nixdorf Open Enterprise Computing Division di tahun 1996.

Chen kembali "melompat" ke perusahaan lain, Sybase, pada tahun 1997. Di awal kariernya di perusahaan layanan sistem database ini, Chen eksklusif ditempatkan sebagai COO dan alhasil menjadi CEO dan President pada satu tahun sesudahnya.

Kemampuan anak pengungsi dari Hongkong ini benar-benar diuji di Sybase. Chen, sebagai pemimpin perusahaan, harus berpikir keras untuk membawa Syabase yang sedang dalam masa kritis. Pada dikala itu, Sybase telah mengalami kerugian selama empat tahun berturut-turut.

Dengan talenta dan kemampuannya, laki-laki kelahiran 1 Juli 1955 ini bisa mengeluarkan Sybase dari masa krisis, dari merugi menjadi untung ratusan juta dollar AS, hanya dalam waktu satu dekade saja. Chen juga berhasil meningkatkan nilai kapitalisasi perusahaan dari 362 juta dollar menjadi 5,8 milliar dollar AS.

Pada tahun 2010, Sybase alhasil dibeli oleh salah satu perusahaan raksasa TI, SAP. Awalnya, Chen tetapkan untuk bertahan di SAP. Namun, ia tetapkan untuk keluar dari perusahaan tersebut pada awal tahun 2012 sebab tidak juga mendapatkan posisi senior.

Tahun 2012, Chen bergabung dengan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake sebagai penasihat senior.

Hingga dikala ini, Chen masih tercatat sebagai salah satu petinggi di Wells Fargo & Company dan juga Walt Disney.

Subscribe to receive free email updates:

ADS