Perangkat Android yang sekarang menguasai 81,3 persen pangsa pasar smartphone global turut menguntungkan Microsoft. Pasalnya, raksasa software itu diperkirakan menerima pemasukan sampai 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 23 triliun per tahun dari royalti yang dibayar para produsen Android.
Analis Nomura Rick Sherlund, menyerupai dikutip dari Business Insider, menyebutkan bahwa Microsoft memperoleh margin sebesar 95 persen dari seluruh royalti yang dibayarkan. Dengan kata lain, hampir semuanya merupakan laba murni.
Uang tersebut, lanjut Sherlund, digunakan untuk "subsidi silang" alias menutupi kerugian yang dialami divisi mobile dan Xbox Microsoft yang disebutnya merugi sampai 2,5 miliar dollar AS per tahun.
Sebesar 2 miliar dollar AS dari kerugian tersebut berasal dari Xbox, tetapi para investor tak melihat kesulitan yang dialami divisi konsol game tersebut sebab ditutupi oleh royalti Android yang sangat besar.
Microsoft pertama kali menjalankan kegiatan lisensi paten pada 2003. Melalui kegiatan ini, Microsoft sanggup menarik bayaran dari pihak-pihak yang menggunakan teknologi yang telah dipatenkan oleh perusahaan tersebut.
Microsoft sendiri mengklaim bahwa sistem operasi Android dan Chrome OS menggunakan sejumlah teknologi dalam patennya. April lalu, perusahaan ini menandatangani kontrak dengan Foxconn sehingga tiap perangkat hasil produksi Foxconn yang menggunakan salah satu OS tersebut akan menyumbang Royalti untuk Microsoft.